Produsen tempe Johar Baru tetap bertahan meski merugi

Oleh: Fianda Sjofjan Rassat

Jakarta (Antara News) – Sejumlah produsen tempe dan tahu yang ditemui di Johar Baru,
Jakarta Pusat, Jumat, tetap bertahan meski kadang merugi

Slamet (51), seorang pengusaha tempe yang ditemui d Johar Baru mengaku sulit
menaikan harga tempe karena banyak konsumen yg tidak peduli dengan harga kedelai,
dan tetap ingin membeli tempe dengan harga yang biasa mereka beli.

“Saya mau beli tempe, bukan kedelai” ujarnya, seraya menirukan salah satu konsumennya.

Slamet mengatakan “Misalkan untuk sekali produksi saya menggunakan 50 kg kedelai,
dengan modal Rp 500 ribu, maka penjualan hasil produksinya sekitar Rp600-650 ribu”

“Itu juga kalau semua berhasil, kadang ada juga tempe yang gagal dan belum
termasuk ongkos pekerja, beli daun pembungkus tempe, dan biaya lain-lain.”

Dia sangat berharap agar pemerintah memperhatikan jeritan produsen tempe dan
mengambil langkah nyata untuk mengatasi kenaikan harga kedelai.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s